Dir Binmas Polda Bali Pelepasan Tim Bhayangkara Bali FC Untuk Turnamen Piala Soeratin 2025

Polda Bali – Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro, S.I.K memimpin secara langsung acara pelepasan Tim Bhayangkara Bali FC Dalka yang akan berlaga di ajang Turnamen Piala Soeratin 2025.

Acara tersebut berlangsung pada Jumat 18 Juli 2025 di halaman depan Ditbinmas Polda Bali dengan dihadiri jajaran pelatih, pemain, serta perwakilan dari Polda Bali dan pengurus Bhayangkara FC.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Suwandi Prihantoro menyampaikan rasa bangganya atas semangat dan dedikasi para pemain muda Bhayangkara Bali FC Dalka yang akan membawa nama daerah dan institusi dalam ajang sepak bola usia muda bergengsi di tingkat nasional tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin selama mengikuti turnamen.

“Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, kalian bukan hanya membawa nama klub, tapi juga menjadi duta semangat, integritas, dan kebanggaan Bhayangkara. Tunjukkan yang terbaik, jaga nama baik Bali dan institusi Polri,” ujar Kombes Pol Suwandi Prihantoro dalam arahannya.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Tim Bhayangkara Bali FC Dalka juga menerima dukungan moral serta doa dari para pejabat dan keluarga besar Polda Bali yang hadir. Pelepasan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga yang sehat dan kompetitif.

Dengan keikutsertaan dalam Piala Soeratin 2025, diharapkan Bhayangkara Bali FC Dalka mampu menunjukkan performa terbaik dan menjadi inspirasi bagi talenta-talenta muda Bali dalam dunia sepak bola nasional.

Polda Bali berkolaborasi bersama ISI Bali untuk menjaga Harmoni dengan Kearifan Budaya

Denpasar – Direktorat Intelkam Polda Bali menjalin silaturahmi dengan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali pada Kamis, 10 Juli 2025. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Nata Widya Sabha, Gedung Rektorat ISI Bali, mulai pukul 10.10 hingga 11.20 WITA, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan akademisi, sekaligus membangun komunikasi strategis guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lingkungan kampus dan wilayah Bali secara umum.

Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menegaskan pihaknya aktif mendukung berbagai program Kepolisian, termasuk sistem keamanan berbasis desa adat, Sipandu Beradat. ISI Bali juga kerap terlibat dalam kegiatan seni dan budaya yang digelar bersama Polda Bali.

“Bali menjadi barometer seni dan budaya nasional bahkan internasional. ISI Bali hadir untuk menjaga dan merawat nilai-nilai luhur ini,” ujar Rektor. Ia juga mengungkapkan rencana penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa berbasis bakat untuk menjaga keunikan ISI Bali sebagai kampus seni.

Sementara itu, Dirintelkam Polda Bali, Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K., menyatakan bahwa pendekatan keamanan di Bali mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal. Ia menyebut Bali memiliki potensi konflik, namun dapat dieliminir dengan kekuatan desa adat yang menyatu dengan industri pariwisata dan budaya.

“Pendekatan non-kekerasan menjadi kekuatan Bali. Kami berharap ISI Bali bisa menjadi mitra strategis dalam mewujudkan keamanan berbasis budaya yang selaras dengan program Kapolda Bali,” tegasnya.

Dirintelkam juga menekankan pentingnya peran kampus sebagai pusat dinamika sosial. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan kampus perlu diperkuat dalam upaya preventif untuk menjaga iklim yang kondusif di Bali.

“Silaturahmi ini adalah langkah awal yang penting agar kampus dan kepolisian saling mendukung menciptakan suasana damai dan harmonis,” pungkas Dirintelkam.

RANPERDA RPJMD 2025-2029, FRAKSI PARTAI NASDEM PESIBAR INGATKAN VISI MISI JANGAN HANYA SEBATAS SLOGAN BELAKA

cuitanbella.com -Pesisir Barat – Fraksi Partai Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat menyoroti sejumlah isu strategis dalam penyampaian Pandangan Umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 pada rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat yang dilaksanakan Rabu 09 Juli 2025 bertempat dikantor DPRD setempat.

Melalui juru bicara fraksi Nasdem yang juga merupakan ketua komisi 2, Elya Triskova, M.Sos., Fraksi Nasdem memberikan beberapa catatan kritis dan rekomendasi konstruktif untuk pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Dalam rapat paripurna yang berlangsung khidmat, Fraksi Nasdem mengapresiasi penyusunan RPJMD sebagai langkah awal yang krusial. Namun, faksi ini menekankan pentingnya implementasi yang konkret dan terukur, terutama terkait visi “Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani dan Religius sebagai Destinasi Wisata Terdepan”.

“Visi ‘Madani dan Religius’ perlu dijabarkan dalam program dan kegiatan yang lebih konkret dan terukur, agar tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar tercermin dalam kehidupan masyarakat,” ujar Elya Triskova saat membacakan pandangan umum fraksinya.

Sorotan Tajam pada Sektor Pariwisata

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian serius Fraksi Nasdem adalah pengelolaan sektor pariwisata, khususnya di ikon wisata Labuhan Jukung. Fraksi Nasdem mengkritik masalah penumpukan sampah yang tak terkendali dan buruknya tata kelola retribusi wisata di lokasi tersebut.

“Keindahan Labuhan Jukung kini mulai tercoreng oleh persoalan serius. Masyarakat dan pengunjung mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah yang berserakan dan mempertanyakan transparansi pengelolaan dana retribusi,” tegas Elya.

Fraksi ini mendesak adanya kolaborasi nyata antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat untuk mengembalikan citra Labuhan Jukung. Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal, bukan hanya dinikmati oleh investor besar.

Isu Strategis Lainnya

Selain pariwisata, Fraksi Nasdem juga menyoroti beberapa isu strategis lain yang harus menjadi fokus pemerintah daerah, antara lain:

• Pengentasan Kemiskinan: Melalui peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan jaminan sosial.

• Pengangguran: Diatasi dengan program vokasi, kemitraan industri-pendidikan, dan insentif bagi sektor swasta.

• Ketahanan Pangan: Diperlukan roadmap pangan berbasis wilayah dan sistem pertanian cerdas iklim.

• Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan, akses air bersih, listrik, sanitasi, dan digitalisasi wilayah terpencil.

• Tata Kelola Pemerintahan: Mendorong reformasi birokrasi, transparansi anggaran, dan evaluasi kinerja OPD.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Meskipun memberikan sejumlah catatan kritis, Fraksi Nasdem pada akhirnya menyatakan dapat menerima dan menyetujui Ranperda RPJMD 2025-2029 untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Fraksi Partai Nasdem dapat MENERIMA dan MENYETUJUI Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2025-2029 untuk dibahas lebih lanjut,” tutup Elya Triskova.

Fraksi Nasdem berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan agar RPJMD ini benar-benar menjadi kompas pembangunan yang berdampak nyata dan berpihak pada kesejahteraan seluruh rakyat Pesisir Barat. Fraksi juga berkomitmen untuk memberikan dukungan serta pengawasan agar program-program strategis berjalan efektif.